Rabu, 12 Agustus 2020

Memajukan Pendidikan melalui Pembelajaran dalam Jaringan yang Efektif dan Menyenangkan menuju Pembangunan Indonesia Maju

 

17 Agustus merupakan hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.  Selama 75 tahun Indonesia sudah merasakan kemerdekaan terbebas dari belenggu penjajahan.  Merdeka dari segala himpitan dan siksaan bangsa lain.  Inilah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan buah perjuangan para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya perlu kita syukuri bersama.   

Nuansa kemerdekaan Indonesia pada tahun ini mengalami perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya.  Adanya virus Covid 19 kini menjadi pandemi yang meluas karena menyebabkan kecemasan dan ketakutan bagi masyarakat seluruh dunia. Struktur virus ini terlihat seperti mahkota dan mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan baik pada hewan atau manusia. Virus ini begitu ganas sehingga Pemerintah Indonesia menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia menerapkan social distancing untuk menekan laju penyebarannya.  Pemerintah menerapkan belajar, bekerja, dan belajar dari rumah.  Seiring perkembangan maka diberlakukan era new normal yakni menerapkan sistem kembali normal seperti semula namun dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.  Kantor dan perusahaan mulai dibuka kembali, dengan sistem yang ketat. 

Kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang kini dibatasi.  Pendidikan adalah salah satu bidang yang terkena dampak virus Covid 19.  Untuk menghindari klaster baru penyebaran virus ini, maka Pemerintah belum membuka sepenuhnya pembelajaran tatap muka.  Kasus virus Covid 19 belum mengalami penurunan yang berarti sehingga sekolah maupun universitas belum bisa melaksanakan pembelajaran seperti semula. Untuk itu pemerintah mengambil langkah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan sistem dalam jaringan dan luar jaringan.

Pembelajaran jarak jauh tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan keadaan sekolah, anak didik, dan orang tua.  Penguasaan teknologi dan pengetahuan yang dimiliki para guru juga perlu diperhatikan.  Proses pembelajaran tidak mengedepankan ketuntasan kurikulum.  Namun yang diutamakan adalah pendidikan karakter, kecakapan hidup dan pengetahuan. 

Guru harus merancang dan berimprovisasi serta melakukan inovasi pola pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.  Hal ini tentu yang diharapkan oleh sekolah agar dapat melayani kebutuhan anak didik.  PGRI sebagai salah satu organisasi guru bekerja sama dengan Mahir Academy Rumah Perubahan mengadakan webinar dan lokakarya daring sejak tanggal 2-20 Mei 2020 dengan jumlah peserta dari seluruh Indonesia berjumlah 13.000 orang.  Prof Rhenald Kasali, pendiri Rumah Perubahan mengatakan, “ Teknologi tidak mudah bagi kita semua.  Termasuk bagi para guru yang tidak terbiasa.  Banyak orang-orang lama yang merasa gagap teknologi dan kesulitan beradaptasi dengan perubahan “.  

Pembelajaran berlangsung secara sinkronus dan asinkronus.   Pembelajaran sinkronus yaitu dengan media tele konferensi sehingga ada diskusi secara virtual antara guru dengan siswa.  Misalnya menggunakan live chat maupun Zoom.  Hal ini seperti pembelajaran tatap muka hanya saja melalui jaringan internet. Guru dan siswa dapat berinteraksi menggunakan media dan dalam waktu yang tertentu. Siswa dapat menerima umpan balik langsung dari sesama siswa maupun guru.  Sedangkan pembelajaran asinkronus adalah pembelajaran yang tidak ada interaksi langsung dalam pembelajaran, waktu belajar lebih fleksibel, menyesuaikan jadwal sendiri.    Untuk penyampaian materi pembelajaran bisa menggunakan email maupun blog.  Siswa memiliki waktu yang fleksibel untuk mengakses dan mengumpulkan tugasnya.

Media daring juga memberikan kendala, di antaranya adalah gangguan sinyal, kuota yang minim, dan spesifikasi gawai.  Tidak semua orang tua mampu dan tidak memiliki uang yang cukup untuk membelikan kuota dan gawai. Selain itu,  guru terkadang memberikan waktu yang terbatas untuk mengumpulkan tugas.  Padahal siswa belum tentu semua lancar jaringan internetnya.  Hal ini bisa diatasi dengan guru memberikan kelonggaran waktu untuk anak didik menyelesaikan tugasnya. Dalam kondisi sekarang orang tua berperan menjadi guru bagi anaknya selama belajar di rumah.  Guru bisa menjalin komunikasi yang efektif melalui grup yang dibentuk sehingga pembelajaran daring akan terasa efektif dan tidak menjadi beban.  Guru bisa memberikan saran dan motivasi kepada anak didik untuk menyelesaikan tugasnya.

Kenyataan yang lain adalah masih kita dapati di daerah 3T fasilitas penunjang masih kurang memadai.  Dengan kondisi seperti ini pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana secara merata sehingga tujuan pendidikan Indonesia akan tercapai.  

Demikian pembelajaran daring yang efektif tentunya kembali lagi kepada kita akan menentukan pilihan mana yang dirasa mudah untuk dilaksanakan. Perlu adanya kolaborasi antara guru, anak didik dan orang tua untuk mendukung keberhasilan proses belajar.  Tujuan akhir kita adalah untuk  membangun Indonesia maju agar mampu bersaing di tengah-tengah perkembangan dunia internasional.

Kita rayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia dengan meneriakkan kata “MERDEKA…MERDEKA…MERDEKA“.  Semangat terus wahai anak-anak generasi penerus bangsa.

 

 

2 komentar:

Penyaluran Sedekah Air Bersih

  Penyaluran Sedekah Air Bersih Selasa, 19 September 2023 PD Salimah Purbalingga bersama Laziz Jateng bekerja sama menyelenggarakan kegiatan...